![]() |
| Foto: Alfons Rianghepat |
Waiwerang – Semangat kebersamaan dan kepedulian umat kembali tampak menjelang perayaan Pesta Perak kehadiran Kongregasi Suster Disciples of St. Therese of the Child Jesus (DST) atau Murid-Murid Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus di Indonesia. Ina-Ina Lingkungan 4 Santo Yohanes Wailingo, Paroki Waiwerang, menggelar tradisi mengantar bagian (tali') ke Biara DST Wailingo sebagai bentuk dukungan dan ungkapan syukur atas perjalanan 25 tahun karya pelayanan para suster.
Tradisi mengantar tali' merupakan wujud nyata budaya gotong royong dan solidaritas yang masih terus hidup di tengah umat. Berbagai hasil mata pencaharian, seperti beras, jagung, umbi-umbian, sayur-sayuran, buah-buahan, kelapa, hingga bahan makanan lainnya, dibawa bersama-sama oleh umat menuju Biara DST Wailingo.
Bahan-bahan makanan tersebut merupakan persembahan tulus dari hasil kerja keras keluarga-keluarga di lingkungan sebagai dukungan bagi kelancaran penyelenggaraan Pesta Perak Kongregasi DST di Indonesia. Selain membantu memenuhi kebutuhan konsumsi selama rangkaian perayaan, persembahan itu juga menjadi simbol rasa syukur, persaudaraan, dan kebersamaan antara umat dengan para suster yang selama ini setia berkarya di tengah Gereja dan masyarakat.
Suasana penuh sukacita dan kekeluargaan mewarnai prosesi pengantaran tali'. Ina-ina bersama umat berjalan bersama sambil membawa hasil bumi yang telah dipersiapkan dengan penuh cinta. Kehadiran mereka disambut hangat oleh komunitas Suster DST di Biara Wailingo yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan umat.
Ketua lingkungan menyampaikan bahwa tradisi ini bukan sekadar mengantar bahan makanan, tetapi merupakan ungkapan iman yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Umat ingin mengambil bagian dalam sukacita para suster yang merayakan 25 tahun kehadiran dan pelayanan di Indonesia.
Melalui persembahan sederhana dari hasil kebun dan pekerjaan kami, kami ingin menyampaikan rasa syukur serta dukungan kepada para Suster DST yang telah banyak mengabdikan diri dalam karya pendidikan, pelayanan pastoral, dan pendampingan umat. Semoga perayaan Pesta Perak ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat semangat pelayanan para suster bagi Gereja dan masyarakat, ungkap salah seorang perwakilan umat.
Selama seperempat abad berkarya di Indonesia, Kongregasi Suster DST telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang pelayanan, khususnya pendidikan, pembinaan iman, karya sosial, dan pendampingan umat. Kehadiran mereka menjadi berkat yang terus dirasakan oleh banyak orang, terutama di wilayah-wilayah pelayanan di Nusa Tenggara Timur.
Melalui tradisi mengantar tali' ini, umat Lingkungan 4 Santo Yohanes Wailingo kembali menunjukkan bahwa semangat berbagi, gotong royong, dan persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama dalam kehidupan menggereja. Kebersamaan antara umat dan para biarawan-biarawati menjadi cerminan Gereja yang hidup, saling menopang, dan berjalan bersama dalam mewujudkan kasih Kristus di tengah masyarakat.
Perayaan Pesta Perak Kongregasi Suster DST di Indonesia diharapkan menjadi momentum penuh syukur atas penyelenggaraan Tuhan selama 25 tahun sekaligus menjadi penyemangat bagi para suster untuk terus setia melanjutkan misi pelayanan, membawa kasih Kristus kepada semua orang, khususnya mereka yang kecil, sederhana, dan membutuhkan.
![]() |
| Foto: Alfons Rianghepat |
![]() |
| Foto: Alfons Rianghepat |
![]() |
| Foto: Alfons Rianghepat |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar